Haluan Berita

Hanya Sesuai Fakta
Boni Hargens: Masyarakat Perlu Apresiasi Obat Covid-19 Temuan Unair, BIN, dan TNI AD

JAKARTA – Seperti diberitakan belakangan, Universitas Airlangga (Unair) Surabaya bersama TNI Angkatan Darat (AD), Badan Intelijen Negara (BIN) dan Polri, telah menyelesaikan penelitian obat baru Covid-19 yang diyakini bisa digunkan sebagai obat Covid-19 pertama di dunia.

 

Meski demikian, tidak sedikit suara yang mengkritisi penelitian itu. Umumnya, mereka menilai itu bukan penemuan tetapi peracikan. Menanggapi hal tersebut, Boni Hargens Direktur Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) merasa prihatin dengan keadaan ini. Para peneliti medis harusnya bersyukur ada pihak yang berjuang mencari solusi di tengah kemelut pandemi yang membawa kerugian dalam banyak dimensi.

 

“Harusnya kita sebagai anak bangsa mengapresiasi apa yang sudah dilakukan Unair, BIN, dan TNI AD karena mereka sudah berbuat sesuatu yang berguna untuk masyarakat pada saat banyak pihak hanya pandai berbicara tanpa berbuat apa-apa.” Ujar Boni.

 

Menurutnya, Tidak penting apakah itu penemuan baru atau sebuah racikan, toh intinya itu kerja keras yang berguna untuk menyelamatkan masyarakat kita. Maka kita harusnya memberi hormat dan mengucap terimakasih bukan malah mencibir.

 

Sebuah bangsa tidak bisa menjadi besar kalau kita hanya bisa berbicara tanpa berbuat. Penelitian obat covid yang sukses dilakukan Unair, BIN, dan TNI AD adalah bukti kepedulian dan bagian dari komitmen moral untuk membantu bangsa dan negara. Mereka yang mencibir sebaiknya belajar dari Unair, BIN, dan TNI AD bahwa yang paling utama adalah tindakan konkrit untuk perubahan positif. Saatnya kita semua dituntut untuk lebih banyak bertindak daripada sekedar nyinyir.

 

“Saya berharap apa yang dilakukan Unair, BIN, dan TNI AD terus didukung oleh semua elemen karena penelitian ini untuk kepentingan kita semua,bahkan untuk kepentingan seluruh umat manusia di dunia.” Pungkas Boni.

Sumber

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.