Haluan Berita

Hanya Sesuai Fakta
DPR: Protokol Kesehatan Covid-19 Saat Mudik Idul Adha Perlu Diperketat

JAKARTA – Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad meminta pemerintah memperketat pelaksanaan protokol kesehatan saat arus mudik.

Hal ini menyusul perkembangan kasus terkini, yang menyebut ada lima provinsi dengan penambahan kasus Covid-19 signifikan akibat perjalanan mudik jelang Hari Raya Idul Adha.

“Kami makanya minta untuk protokol Covid-19 di era mudik ini, arus mudik, supaya diperketat,” kata Dasco di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (30/7/2020).

Namun, ia sendiri mengaku mendapatkan laporan bahwa arus mudik Idul Adha kali ini tidak seramai mudik-mudik sebelum terjadi Pandemi Covid-19.

Menurut Dasco, ada dua hal yang menjadi penyebabnya. Pertama, yaitu faktor kesehatan dan kedua, yaitu faktor konomi.

“Memang yang mudik menimbang-nimbang masalah kesehatan, juga menimbang-nimbang soal masa ekonomi yang agak berat, sehingga kemauan atau keinginan untuk mudik itu juga berkurang,” tuturnya.

Dasco pun mengingatkan agar perjalanan mudik di masa pandemi ini direncanakan dengan baik.

Ia meminta agar seluruh pihak menerapkan protokol kesehatan secara ketat dalam perjalanan mudik.

“Tetapi di balik semua ini, kami minta kepada semua, baik yang mau mudik, yang dipakai sarana kendaraan umum maupun pribadi, pemerintah daerah, semua untuk kemudian untuk melengkapi sarana dan prasana untuk protokol Covid-19 yang ketat,” kata Dasco.

Diberitakan, Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, ada lima provinsi dengan penambahan kasus Covid-19 yang tinggi.

Hal itu diketahui dari data perkembangan kasus harian Covid-19 per 29 Juli 2020. Menurut Wiku, penambahan kasus Covid-19 di lima daerah tersebut terkait erat dengan mobilitas masyarakat yang mudik menjelang Idul Adha.

“Ini adalah daerah-daerah yang kebetulan juga daerah tujuan mudik. Ini adalah kasus dalam satu hari,” kata Wiku dalam konferensi pers di BNPB, Kamis (30/7/2020).

Kelima provinsi tersebut adalah DKI Jakarta sebanyak 577 kasus, Jawa Timur 359 kasus, Jawa Tengah 313 kasus, Sumatera Utara 241 kasus, dan Sulawesi Selatan 128 kasus.

Wiku menuturkan, penambahan kasus tersebut perlu menjadi perhatian masyarakat, terutama dalam rangka perayaan Idul Adha.

Ia meminta masyarakat yang akan mudik agar mempertimbangkannya kembali dan sebisa mungkin menghindarinya jika tidak terlalu mendesak.

“Karena penyumbang kasus besar (Covid-19) adalah daerah-daerah tujuan dan asal mudik,” kata Wiku.

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.