Haluan Berita

Hanya Sesuai Fakta
Dukung Polri, CICSR: Ormas Tidak Boleh Menghalangi Penegakan Hukum

JAKARTA – Lembaga The Centre for Indonesian Crisis Strategic Resolution (CICSR), menyikapi insiden penembakan di Jalan Tol Jakarta-Cikampek yang mengakibatkan enam Laskar Front Pembela Islam (FPI) meninggal dunia pada Senin 7 Desember 2020 lalu.

Direktur CICSR Muhammad Makmun Rasyid mengatakan, pihaknya mengutuk segala aksi penyerangan dalam bentuk apapun, baik dilakukan individu maupun organisasi.

“CICSR mendukung segala upaya penegakan hukum yang dilakukan institusi kepolisian, terhadap penanganan IB HRS (Imam Besar Habib Rizieq Shihab) dan FPI. Kami percaya bahwa lembaga keamanan negara akan bertindak sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) dan hukum yang berlaku di Indonesia,” kata Rasyid dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (11/12/2020).

Selain itu, CICSR meminta aparat penegak hukum untuk menindak dengan tegas organisasi yang berusaha menghalangi kerja, dan tugas kepolisian dalam menangani sebuah perkara.

Ia juga mengimbau kepada masyarakat agar menahan diri, dan mempercayakan penegakan hukum kepada lembaga dan institusi yang sah dengan tetap melakukan pengawasan sebagaimana mestinya.

“Tanpa memprovokasi pihak-pihak lainnya untuk merendahkan martabat dan marwah kepolisian,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, enam orang Laskar Front Pembela Islam (FPI) tewas dalam insiden bentrokan antara polisi dengan anggota FPI di ruas Tol Jakarta-Cikampek sekitar Karawang, pada Senin 7 Desember 2020 pada dini hari.

Enam orang laskar FPI yang tewas adalah Faiz Ahmad Syukur (22), Andi Oktiawan (33), M Reza (20), Muhammad Suci Khadavi Poetra (21), Lutfhil Hakim (24), dan Akhmad Sofiyan (26). Mereka rata-rata mengalami luka tembak dibagian jantung.

Kejadian itu bermula ketika petugas sedang mengecek informasi mengenai ada pengerahan massa terkait pemanggilan Rizieq Shihab di Polda Metro, Senin 7 Desember 2020.

Mobil anggota Polda Metro Jaya tengah mengkuti kendaraan pengikut Rizieq, tiba-tiba mobil anggota Polda Metro Jaya dipepet dan disetop dua kendaraan pendukung Rizieq. Bahkan, ketika kejadian itu pihak yang diduga pendukung Rizieq menodongkan senjata api dan senjata tajam berupa samurai dan celurit ke arah aparat kepolisian.

Petugas yang merasa keselamatan jiwanya terancam langsung mengambil tindakan tegas terukur. 6 orang pendukung Rizieq meninggal dunia, sementara 4 lainnya melarikan diri.

Keenam orang yang tewas itu adalah, Faiz, Ambon, Andi, Reza, Lutfi dan Khadafi. Mereka semua diketahui merupakan anggota Laskar FPI DKI Jakarta.

Bareskrim telah mengambil alih penanganan kasus ini dari Polda Metro Jaya. Penyidik Bareskrim telah memeriksa sejumlah saksi dan ahli.

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.