Haluan Berita

Hanya Sesuai Fakta
Gara-gara PSBB dan Langkahi Presiden Jokowi, Waketum Gerindra Minta Anies Baswedan di Non Aktifkan

JAKARTA – Wakil Ketua Umum Gerindra minta Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dicopot dari jabatannya.

 

Adalah Arief Poyuono salah satu politisi partai Gerindra meminta Anies Baswedan di non aktifkan dari jabatan sebagai Gubernur DKI Jakarta.

 

Pasalnya menurut Arief Poyuono, Anies Baswedan layak di non aktifkan karena telah melanggar Undang-undang No 6 tahun 2018, tentang Kekarantinaan Kesehatan.

 

Diketahui sebelumnya Anies Baswedan kembali menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB secara ketat akibat kasus covid-19 di DKI Jakarta dalam beberapa hari belakang meningkat, mulai 14 September 2020 mendatang.

 

Tidak hanya soal kasus covid-19. Penetapan PSBB secara ketat oleh Anies juga akibat meningkatnya jumlah kasus kematian akibat covid-19.

 

Penetapan PSBB secara ketat ini diberlakukan oleh Anies seperti pertama kali wabah covid-19 merebak di Indonesia seperti imbauan Presiden Joko Widodo.

 

Oleh karena itu, seperti dilansir Pikiran Rakyat Depok dalam artikel berjudul Waketum Gerindra Minta Anies Baswedan Segera Dicopot dari Jabatannya Usai Dinilai Langkahi Presiden, layak dinonaktifkan karena menginstruksikan penerapan PSBB ketat tanpa sepengetahuan pemerintah pusat.

 

“Anies sudah layak di non aktifkan. Karena penetapan PSBB wilayah tidak bisa tanpa sepengetahuan pemerintah pusat dalam hal ini Presiden Jokowi,” tutur Arief Poyuono dikutip Pikiranrakyat-depok.com dari RRI.

 

Selain itu Arief Poyuono menjelaskan PSBB Total yang baru diumumkan secara sepihak sangat berbahaya karena dapat menyebabkan ketakutan yang luas terlebih masyarakat kini tengah berupaya bangkit di masa new normal yang dicanangkan pemerintah pusat.

 

“Kalau dibiarkan maka Anies telah mendelegitimasi pemerintahan Presiden Jokowi,” tuturnya.

 

Arief Poyuono juga mengimbau agar Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto segera menghadap presiden untuk menonaktifkan orang nomor satu DKI Jakarta itu.

 

Ia bahkan berharap agar Jakarta segera mempersiapkan kandidat pengganti sementara jabatan gubernur.

 

“Untuk itu juga Partai Gerindra perlu segera mempersiapkan kadernya yang saat ini menjadi Wakil Gubernur DKI untuk menjabat sementara posisi Gubernur,” tuturnya.

Sumber

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.