Haluan Berita

Hanya Sesuai Fakta
Gerakan Makar Nodai Peringatan HUT ke-75 Kemerdekaan Republik Indonesia

Jakarta- Sejak munculnya Covid-19, Presiden Jokowi bekerja dengan totalitas untuk menangani wabah tersebut. Pun sejatinya, peringatan HUT ke-75 Kemerdekaan Republik Indonesia diwarnai dengan semangat gotong royong untuk segera bangkit dari ujian pandemi Covid-19.

Namun, ada-ada saja ulah sekelompok tokoh yang tak suka melihat negeri ini tentram. Di tengah kerja keras Presiden Jokowi dan jajarannya, mereka memobilisasi gerakan untuk melawan pemerintah, bahkan menggulingkan Preside Jokowi.

“Masih ada sekelompok orang yang mengatasnamakan KAMI (Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia) sedang melakukan upaya memanfaatkan situasi, memanfaatkan kemurnian perjuangan buruh, mahasiswa dan saudara saudaraku pergerakan untuk berbuat MAKAR “Menggulingkan Presiden Jokowi”,” ujar Anto Kusumayuda (Ketua Umum Perhimpunan Pergerakan Jejaring Nasional Aktivis 98), Senin (17/8/2020).

Anto menyesalkan bergabungnya beberapa tokoh ke dalam gerakan KAMI, seperti Gatot Nurmantyo. Seperti diketahui, Gatot merupakan mantan Panglima TNI yang semestinya turut menjaga keutuhan negara ini.

“Beliau (Gatot Nurmantyo) adalah sosok patriot NKRI kenapa bisa hadir memelopori gerakan dan konspirasi Makar yang di dalamnya dimanfaatkan oleh kekuatan yang akan mengganti sistem demokrasi, Pancasila dan UUD ‘45 dengan Sistem Khilafah yang tidak mengakui konsep Negara Kesatuan Republik Indonesia,” jelasnya.

Keterlibatan Gatot menjadi tanda tanya besar. Sebab, semestinya Gatot berkontribusi ketika Ia masih menjabat menjadi Panglima TNI dimana banyak agenda reformasi yang semestinya Ia tuntaskan.

“Kenapa baru sekarang Bapak GN seolah paling depan memimpin gerakan? Tidak saat menjadi Panglima TNI berjuang menuntaskan semua agenda perjuangan reformasi, menuntaskan dan menangkap para koruptor?,” ungkap Anto.

Rencananya, KAMI akan melakukan deklarasi besok (18/8) di Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat. Upaya menggalang massa cukup massif dilakukan melalui media sosial. Kritik terhadap pemerintah pun tak terhindarkan.

“Di tengah puncak kemerdekaan RI, kelompok yang berupaya akan memakzulkan menggulingkan Presiden Jokowi, tidak henti-hentinya menghina, memfitnah, membully Jokowi sebagai Presiden juga sebagai Panglima Tertinggi TNI dan Polri,” tegasnya.

Melihat kondisi tersebut, Anto sebagai tokoh pergerakan ’98, berharap ada tindakan tegas dari aparat keamanan. “Panglima TNI dan Kapolri sebagai penjaga kedaulatan NKRI, menjaga dan mengawal sistem demokrasi, Pancasila dan UUD 45 untuk menindak tegas siapapun tanpa pandang bulu yang akan berupaya berbuat Makar membuat kekacauan, kerusuhan untuk menggulingkan Pemerintahan Jokowi,” tutupnya.

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.