Haluan Berita

Hanya Sesuai Fakta
Gugus Tugas Keluarkan Dana Penanganan Covid Rp 2,9 Triliun, Ini Rinciannya

JAKARTA – Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Letjen Doni Monardo melaporkan pengeluaran anggaran dana siap pakai (DSP) penanganan Corona ke Komisi VIII DPR RI. Doni menyebut saat ini Gugus Tugas sudah mengeluarkan Rp 2,9 triliun dana siap pakai untuk penanganan Corona.

“Untuk tahun 2020 BNPB mendapatkan dana siap pakai (DSP) sebesar Rp 3.496.314.726 (Rp 3,4 triliun) yang terdiri dari pagu awal DSP sebesar Rp 250 miliar dengan realisasi sebesar Rp 197.041.524.790 (Rp 197 miliar), yang digunakan untuk penanganan bencana alam. Kedua, tambahan DSP untuk penanganan COVID-19 sebesar Rp 3.246.314.726 (Rp 3,2 triliun) dengan realisasi sebesar Rp 2.995.285.893.415 (Rp 2,9 triliun) dana siap pakai untuk penanganan COVID-19,” ujar Doni dalam rapat bersama Komisi VIII DPR RI di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (13/7/2020).

Doni merinci dana siap pakai yang sudah terealisasi itu diserahkan ke berbagai institusi. Salah satunya Mabes TNI, BNPB, Lembaga Eijkman, dan Universitas Airlangga. Berikut ini rinciannya:

1. Mabes TNI sebesar Rp 80,3 miliar untuk operasional bencana non-alam COVID-19 di Kabupaten Natuna, Wisma Atlet, Pulau Sebaru, dan Pulau Galang, standby first Natuna, evakuasi ABK WNI Diamond Princess di Kab Majalengka akhir Januari-Februari.

2. BNPB sebesar Rp 459 miliar untuk pemulangan pengungsi WNI pasca-observasi di Natuna, dan pemulangan WNI, operasional penanganan COVID-19, pembelian reagen PCR, bantuan logistik dan peralatan, serta operasional RS Darurat Wisma Atlet Kemayoran.

3. Pusat krisis Kementerian Kesehatan sebesar Rp 1,25 triliun untuk pembelian APD.

4. Direktorat fasilitas pelayanan kesehatan Kementerian Kesehatan sebesar Rp 189,1 miliar untuk bantuan alat kesehatan, untuk fasilitas karantina penampungan observasi di Pulau Galang dan pengadaan alat kesehatan RS rujukan.

5. Direktorat surveillance dan karantina Kemenkes sebesar Rp 15 miliar untuk pencegahan dan pengendalian COVID-19.

6. Direktorat pelayanan kesehatan rujukan Kemenkes sebesar Rp 975,6 miliar untuk operasional pelayanan kesehatan di Pulau Sebaru dan pelayanan kesehatan untuk estimasi 13 ribu pasien.

7. Lembaga biologi molekuler Eijkman sebesar Rp 4,093 miliar untuk dukungan pemeriksaan COVID-19.

8. Gugus Tugas Provinsi Jatim sebesar Rp 41,3 miliar untuk operasional rumah sakit lapangan dari pengajuan sebesar Rp 101 miliar.

9. Universitas Airlangga sebesar Rp 5 miliar untuk sarana prasarana Kemendikbud dalam rangka percepatan penanganan COVID-19.

Selain itu, Doni melaporkan BNPB menerima bantuan dana hibah dari dalam dan luar negeri. Total dana hibah yang diterima adalah Rp 159 miliar, dari Rp 159 miliar sudah terpakai Rp 32 miliar.

Doni mengatakan dana hibah ini dipakai untuk memberikan santunan kepada dokter dan tenaga medis yang meninggal dunia. Kemudian untuk pengadaan reagen sebesar Rp 19,75 miliar.

“Kemudian pengadaan reagen sebesar Rp 19,75 miliar. Ketiga, percepatan pemberian sembako kerja sama dengan ojek online sebesar Rp 1,09 miliar. Kemudian berikutnya untuk PMI dan dukungan operasional penanganan COVID-19 di Provinsi Jatim sebesar Rp 5 miliar, provinsi Kalsel dan Sumsel sebesar Rp 5 miliar,” jelasnya.

Doni mengatakan saat ini Gugus Tugas menerima sumbangan dari donatur senilai Rp 77,2 miliar. Mereka yang mendonasikan uangnya juga bisa memilih apakah uangnya mau dikirim ke rekening pemerintah atau langsung ke relawan.

“Ketika ada bantuan dari luar, kita tanyakan apakah ini akan diserahkan kepada pemerintah, masuk ke rekening pemerintah atau di salurkan lewat relawan. Ini untuk fleksibilitas, sehingga dari relawan inilah sekarang banyak membantu mengurangi beban dokter dan perawat, termasuk juga nakes relawan yang dioptimalkan dengan menggunakan donasi para donatur,” katanya.

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.