Haluan Berita

Hanya Sesuai Fakta
Jepang Siap Investasi Rp 57 T di SWF RI, Target Mulai Realisasi Kuartal I 2021

Loperberita.com – Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan, mengungkapkan komitmen investasi dari Gubernur Japan Bank for International Cooperation (JBIC) Maeda Tadashi untuk pembentukan Sovereign Wealth Fund (SWF) Indonesia.

 

“JBIC siap mendukung pendanaan SWF Indonesia sebesar USD 4 miliar (Rp57 triliun), dua kali lipat lebih besar dari yang disampaikan the US International Development Finance Corporation (DFC), lembaga pembiayaan asal Amerika Serikat,” tegas Menko Luhut pada pertemuan di Tokyo, ditulis Sabtu (5/20).

 

Komitmen itu disampaikan Gubernur JBIC Maeda Tadashi dalam pertemuan di Tokyo, Jumat. Dalam pertemuan itu, Menko Luhut didampingi oleh Menteri BUMN Erick Thohir dan Duta Besar RI untuk Jepang Heri Akhmadi.

 

Menteri Erick mengatakan, komitmen yang disampaikan oleh bos JBIC tersebut akan segera ditindaklanjuti di tingkat teknis. Harapannya investasi JBIC dapat mulai masuk ke Indonesia pada kuartal pertama 2021.

 

“Peraturan Pemerintah (PP) yang mengatur SWF Indonesia akan selesai pada pertengahan Desember ini dan tentunya PP tersebut tentunya akan semakin percepat pembentukan lembaga dana abadi Indonesia,” ucapnya.

 

Sementara itu, Dubes Heri Akhmadi menyebutkan, JBIC akan menjadi salah satu lembaga keuangan yang berpartisipasi dalam master Fund SWF Indonesia yang disebut Nusantara Investment Authority (NIA). “Dukungan dari JBIC dan Pemerintah Jepang tentunya akan memperkuat ikatan kerja sama strategis Indonesia – Jepang, dan semakin menarik sektor swasta Jepang lainnya berinvestasi di Indonesia,” imbuh dia.

 

Pertemuan dengan Menteri METI Jepang

 

Dalam kesempatan terpisah, Menko Luhut dan Menteri Erick juga bertemu dengan Menteri Ekonomi, Perdagangan dan Industri (METI) Jepang KAJIYAMA Hiroshi. Dalam pertemuan itu, Menko Luhut tegaskan komitmen Pemerintah Indonesia untuk terus berikan kepastian hukum kepada investor Jepang.

 

“Dengan adanya Omnibus Law UU Cipta Kerja, tentunya peraturan perpajakan Indonesia akan semakin baik,” terangnya.

 

Tak hanya itu, sejumlah agenda strategis kerja sama bilateral Indonesia – Jepang turut diangkat Menko Luhut dalam pertemuan tersebut termasuk komitmen Jepang untuk realisasikan MRT Jakarta Fase 2 (dua) tepat waktu.

 

Agenda perubahan iklim juga menjadi pembahasan dalam pertemuan. Dimana, Jepang berharap Indonesia dapat mendukung target Jepang untuk mencapai Carbon Neutral pada 2050.

 

“Kami siap dukung pencapaian SDGs Indonesia melalui teknologi Jepang. Proyek Carbon Capture Storage yang tengah dibangun di Gundih, Jawa Tengah merupakan salah satu bentuk komitmen Jepang,” demikian disampaikan Menteri Kajiyama.

Sumber

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.