Haluan Berita

Hanya Sesuai Fakta
KASAD Andika Perkasa Pimpin Upacara Pemakaman Pramono Edhie Wibowo

JAKARTA – Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI Andika Perkasa ditunjuk sebagai Inspektur Upacara (Irup) Pemakaman almarhum Jenderal TNI (Pur) Pramono Edhie Wibowo di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan, Minggu (14/6/2020).

Almarhum Pramono Edhie merupakan mantan KASAD TNI, jenazah dimakamkan secara militer karena menghormati jasa-jasanya selama mengabdi di kesatuan TNI Angkatan Darat.

Dalam prosesi Pemakaman tersebut, Jenderal TNI Andika Perkasa memimpin upacara Pemakaman ditemani empat mantan KASAD lainnya, yakni Jenderal Agustadi Sasongko Purnomo, Jenderal Budiman, Jenderal Gatot Nurmantyo dan Jenderal TNI Mulyono.

KASAD Andika Perkasa membacakan apel persada di depan pusara Jenderal (Purn) Pramono Edhie Wibowo yang disaksikan keluarga almarhum.      

“Saya KSAD atas nama negara bangsa dan TNI dengan ini mempersembahkan ke persada ibu pertiwi jiwa raga dan jasa-jasa almarhum. Semoga jalan dharma bhakti yang ditempuhnya dapat menjadi suri tauladan bagi kita semua dan arwah beliau mendapat tempat yang semestinya di alam baka,” ucap Andika mewakili negara dan Pemerintah Republik Indonesia.

Berdasarkan pantauan, prosesi Pemakaman Pramono Edhie Wibowo tetap mengikuti standar protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah. Hal itu untuk mengantisipasi dan mencegah penyebaran Covid-19.        

Diketahui, almarhum sendiri mengenyam akademi militer dan berhasil lulus pada 1980. Setelah lulus, almarhum memulai karirmya ditahun yang sama sebagai Komandan Peleton Grup I Kopassandha. Pada 1995, Pramono Edhie dipercaya menjadi Komandan Grup I Kopassus.              

Almarhum pun pernah menjadi Ajudan Presiden Megawati Soekarnoputri pada 2001.

Tiga tahun kemudian dia dipercaya sebagai perwira tinggi Staf Ahli Bidang Ekonomi Politik Sesko TNI dan pada 2005 diangkat sebagai Wakil Danjen Kopassus. Kemudian pada 2007, Pramono dipercaya sebagai Kasdam IV/Diponegoro.      

Kariernya semakin menanjak ketika dipilih sebagai Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) menggantikan Letjen TNI Burhanuddin Amin sejak 30 September 2010. 

Kemudian, pada 2011 merupakan puncak karier Pramono. Saat itu ia dilantik sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) menggantikan Jenderal TNI George Toisutta, sebelum akhirnya pensiun secara resmi dari militer pada Mei 2013.

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.