Haluan Berita

Hanya Sesuai Fakta
Keluar dari Konteks Aksi, Pengamat Politik: PA 212 Minta Makzulkan Jokowi dan Bubarkan PDIP itu Tidak Tepat

JAKARTA – Pengamat politik Universitas Padjadjaran, Idil Akbar, mengatakan tuntutan Presidium Alumni 212 untuk memakzulkan Jokowi dan pembubaran PDIP dalam aksi unjuk rasa menolak RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP) adalah tindakan tidak tepat.

Idil Akbar menilai tuntutan PA 212 untuk memakzulkan Presiden Jokowi dan pembubaran PDIP keluar dari konteks aksi.

“Kalau pemakzulan presiden dan pembubaran PDIP, saya kira itu salah sasaran,” kata Idil di Jakarta, Sabtu (18/7/2020).

Idil mengatakan tidak adil bila massa aksi PA 212 hanya menuntut pembubaran PDIP sebab pembahasan RUU HIP di DPR adalah andil seluruh partai politik yang memiliki representasi di parlemen.

“Karena memang itu akumulatif perbincangan di DPR maka kemudian secara objektif kalau hanya menyalahkan PDIP menurut saya agak tidak adil terus apalagi sampai pemakzulan presiden, menurut saya memang tidak pas,” ucap Idil.

Tak hanya membawa spanduk tuntutan pemakzulan presiden dan pembubaran PDIP, unjuk rasa menolak RUU HIP juga diikuti sejumlah pelajar yang membuat rusuh demo tersebut. Polisi kini tengah menyelidiki kemungkinan adanya aktor intelektual di balik unjuk rasa tersebut.

Terpisah, Ketua KPAI Susanto meminta agar anak-anak termasuk pelajar tidak dilibatkan dalam aksi atau kegiatan demonstrasi lantaran rentan terjadi hal buruk.

“Kami mengimbau semua pihak agar usia anak-anak termasuk pelajar tidak dilibatkan dalam kegiatan demonstrasi,” kata Susanto.

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.