Haluan Berita

Hanya Sesuai Fakta
Kritik Ceramah Rizieq Sebut Lonte, Wamenag: Harusnya Beri Contoh Baik!

Loperberita.com – Ceramah Rizieq Syihab yang menyebut kalimat “lonte” dalam acara Maulid Nabi SAW yang digelar FPI, terus menuai kritikan dari sejumlah pihak.

 

Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid Saadi pun turut mengomentari perkataan pentolan FPI itu yang dinilai sangat tidak etis. Menurutnya, sebagai ulama, Rizieq tidak sepatutnya berkata demikian dengan merendahkan seseorang.

 

“Seharusnya setiap tokoh masyarakat memberikan contoh yang baik kepada pengikutnya, baik pada ucapan maupun tindakan. Ulama sebagai pewaris Nabi, harus mencontoh akhlak Nabi yang selalu menghormati dan memuliakan orang lain, meskipun orang tersebut berbeda keyakinan bahkan orang tersebut sering menghina, merendahkan (meludahi), dan memusuhinya,” kata Zainut dalam keterangannya, dilansir dari RMOL, Senin (16/11).

 

Zainut Tauhid meminta agar antartokoh apalagi ulama untuk berhenti saling menghujat. Sedianya, pesan-pesan dalam konten dakwah pun dilakukan secara santun dan berkeadaban.

 

“MUI mengajak semua pihak hendaknya bisa menahan diri untuk tidak saling menghujat dan saling mencela karena hal tersebut bukan akhlak nabi,” tuturnya.

 

“Kami juga mengimbau kepada semua mubaligh, dai, dan tokoh agama agar dalam menyampaikan pesan-pesan agama dengan menggunakan bahasa yang santun, akhlak yang baik dan tidak melanggar norma hukum dan susila,” sambung Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini.

 

“Mari kita saling mengingatkan atau berwasiat, baik dalam hal kebenaran maupun kesabaran, demi menjaga ukhuwah atau persaudaraan, baik persaudaraan keislaman maupun kebangsaan,” kata Zainut Tauhid lagi.

 

Rizieq menyebut kata lonte dalam acara peringatan Maulid Nabi yang digelar FPI di Petamburan, Jakarta Pusat, pada 14 November 2020. Namun begitu, Rizieq tidak secara spesifik menyebut nama Nikita Mirzani dengan sebutan lonte.

 

“Ada lonte hina Habib. Pusing, pusing. Sampai lonte ikutan ngomong, iyee…,” kata Rizieq.

 

Rizieq pun mengaku tidak marah dengan Nikita Mirzani karena dianggap telah menghinanya dengan sebutan tukang obat. Tapi, kata dia, ada umat yang tidak terima.

 

“Saya tidak marah. Cuma ada umat yang marah, ngancem mau ngepung lonte. Eh polisi kalang kabut jagain lonte. Kacau, kacau,” kata Rizieq.

 

“Lonte hina Habib dijaga polisi. Kacau tidak? Mestinya lonte yang hina Habib, hina ulama, tangkep. Bukan dijagain. Polisi jawab, tapi ada ancaman Habib. Mangkanya lu tangkep,” imbuh dia.

 

“Ditangkap tidak, dijagain. Iyee. Jangan-jangan minta jatah kali. Kacau, kacau. Saya ngeliat begini dari sakit jadi baik. Mudah-mudahan jangan sakit lagi deh. Sudahlah jangan diterusin dah ah. Udah biarin, lonte sama lonte saja yang ngomong,” kata Rizieq lagi.

Sumber

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.