Haluan Berita

Hanya Sesuai Fakta
Larangan Mudik Saat Wabah Covid-19 Sesuai Ajaran Islam

Larangan mudik di saat pandemi Covid-19 dinilai sebagai langkah tepat dan sesuai ajaran islam. Hal ini tidak terlepas dari kemungkinan pemudik membawa wabah ke kampung halaman masing-masing.

“Kalau dia mudik dari daerah pandemi wabah ke daerah lain, itu tidak boleh karena diduga keras dia akan bisa menularkan virus tersebut kepada orang lain. Apalagi virusnya menular dan sangat berbahaya,” kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas dalam keterangan tertulis, Jumat (3/4/2020).

Anwar menilai mudik yang dapat mencelakakan diri sendiri dan orang lain sangat dilarang dalam Islam. Apabila tetap melakukannya maka kegiatan itu menjadi haram.

Di tempat lain, Tenaga Ahli Utama Kedeputian V Kantor Staf Presiden (KSP) bidang Politik, Hukum, Keamanan dan HAM, Rumadi Ahmad menyarankan masyarakat tidak keluar rumah termasuk mudik. Dia mafhum mudik merupakan tradisi sebagian masyarakat Indonesia, namun di masa sekarang perlu pengecualian.

“Sehingga semua yang kita lakukan, termasuk menghadapi Ramadan dan seluruh ibadah yang dilakukan tentu dalam kondisi darurat,” ujar Rumadi dalam keterangan tertulis, Rabu (8/4/2020).

Ketua Lajnah Kajian Pengembangan Sumberdaya Manusia (Lakpesdam) Nahdlatul Ulama (NU) itu meminta masyarakat menahan diri untuk tidak mudik. Ini guna mencegah penyebaran virus korona.

“Silaturahmi dengan orang tua tetap bisa dilakukan tanpa harus dibayang-bayangi kekhawatiran menularkan penyakit,” ucap dia.

Rumadi juga meminta masyarakat rela mengorbankan berbagai aktivitas yang biasa dilaksanakan selama Ramadan seperti salat Tarawih dan buka puasa bersama. Umat Islam masih bisa salat Tarawih di rumah masing-masing bersama keluarga.

“Ibadah tarawih masih tetap bisa kita laksanakan, bukan dilarang. Hukum ibadah tarawih adalah sunah. Demikian juga syiar dengan syiar-syiar yang lain seperti buka puasa bersama, bukan hal yang wajib. Namun, berhati-hati agar tidak tertular atau menularkan penyakit corona ini merupakan suatu keharusan,” ujar Rumadi.

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.