Haluan Berita

Hanya Sesuai Fakta
Larangan Mudik Tekan Penyebaran Covid-19 Secara Signifikan

JAKARTA- Presiden Joko Widodo akhirnya mengeluarkan kebijakan larangan mudik pada tahun ini dalam rangka menghambat penyebaran virus corona, Kebijakan ini diyakini dapat menahan laju penyebaran virus corona secara signifikan. 

Langkah pemerintah ini mendapat apresiasi dari anggota DPD RI Fahira Idris. Ia mengatakan, kebijakan yang baik ini akan mud diterima masyarakat.

“Saya sebagai rakyat mengapresiasi keputusan Pemerintah ini. Insya Allah, rakyat terutama para pemudik dan keluarga yang berada di kampung, paham akan pelarangan mudik ini dan menerima dengan ikhlas,” ujar Fahira, Selasa (21/4/2020).

Baca: Sikap Jokowi: Siapkan Bantuan, Larang Mudik Kemudian

Senator DKI ini menjelaskan, keputusan tegas yang diambil Pemerintah melarang mudik sangat tepat. Hal tersebut melengkapi kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang sudah lebih dulu diterapkan.

Pergerakan orang saat mudik akan sangat banyak sehingga dikhawatirkan akan memperbesar angka paparan virus corona di seluruh Indonesia. Pada 2019 saja tercatat sebanyak 18,3juta orang melakukan mudik.

“Pergerakan dan interaksi orang saat mudik itukan jumlahnya sangat besar, makanya tidak cukup hanya imbauan, tetapi memang harus dilarang tegas untuk menghindari terjadinya peningkatan kasus Covid-19,” tegas Fahira.

Baca: Prediksi Kasus Corona di Indonesia Jika Pemerintah Tak Buat Larangan Mudik

Fahira memberikan saran pada pemerintah agar kebijakan larangan mudik lebih efektif. Menurutnya, pemerintah perlu menyiapkan teknis dan mekanisme yang jelas terkait pemberlakuannya, terutama terkait aturan keberadaan dan operasional berbagai moda transportasi ke daerah-daerah tujuan mudik. 

“Agar tidak ada pengguna kendaraan pribadi melintasi jalan-jalan tersebut untuk tujuan pulang kampung. Pengaturan dan pengawasan di jalan juga penting agar kendaraan logistik tidak terganggu aktivitasnya,” ungkapnya.

Selain itu, lanjut Fahira, yang juga perlu diperhatikan dan diatur secara matang adalah pergerakan orang yang terjadi di pulau-pulau lain di luar pulau Jawa selama masa mudik. Walau jumlahnya tidak signifikan tetapi tetap harus diperhatikan.

Fahira yakin dengan tidak adanya pergerakan orang mudik atau pulang kampung, usaha pemerintah untuk menahan atau menghentikan penyebaran Covid-19 bisa lebih fokus dan maksimal.”Kita semua tentu berharap semua warga dan semua elemen masyarakat patuh dan taat untuk tidak mudik dulu demi keselamatan diri sendiri, keluarga, dan tentunya keselamatan kita semua sebagai sebuah bangsa,” ucap Wakil Ketua Badan Pengkajian MPR ini. 

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.