Haluan Berita

Hanya Sesuai Fakta
Pemerintah Pusat Diminta Perketat Pengawasan Dana Otsus Papua

JAKARTA – Kucuran dana otonomi khusus (Otsus) Papua dari Pemerintah Pusat sudah berjalan hampir 20 tahun. Meski mendapat beragam tanggapan, dana Otsus Papua dinilai memiliki dampak positif.

 

“Terlepas adanya penolakan dari masyarakat dana Otsus Papua mempunyai dampak positif. Hanya saja, belum adanya regulasi yang pas dalam menata kelolanya dengan baik,”kata Sekretaris FKUB Jayawijaya Alexsander Mauri usai acara Webinar “Moya Discussion Group dengan tema Dana Otsus untuk Membangun Papua,” Jumat malam, 18 September 2020.

 

Alexsander meyakinibesaran dana yang sudah turun 19 tahun lebih itu cukup besar, bahkan mampu menyejahterakan masyarakat Papua. Agar dana Otsus bisa sampai tepat sasaran, pihaknya meminta ketegasan pemerintah pusat dalam penggunaanya di daerah.

 

Terlebih tidak adanya penegakan hukum bagi aparatur di kabupaten/kota dalam penggunaan Otsus tidak tepat sasaran.

 

“Itu yang membuat dampak dana Otsus tidak maksimal terserap dan masyarakat tidak nikmati itu. Dana saat ini ditopang dari selain Otsus. Kalau pemerintah mau evaluasi dan memeriksa. Kalau ada penyimpangan ya diproses,” paparnya.

 

Oleh karena itu Alexander pihaknya meminta Pemerintah Pusat lebih maksimal mengawal pengunaan dana otsus. Sehingga tidak ada penolakan.

 

“Kita berharap agar dalam pengelolaan dana Otsus juga melibatkan unsur dari masyarakat adat dan agama,” paparnya.

 

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menetapkan dana otsus Papua dan Papua Barat sebesar Rp7,8 triliun. Penetapan itu tertuang dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2021, yang sebelumnya Rp7,6 triliun.

 

Sesuai dengan amanat UU, alokasi dana Otsus Provinsi Papua dan Papua Barat setara dengan dua persen dari total pagu dana alokasi umum (DAU) Nasional dan berlaku selama 20 tahun.

 

Dana Otsus juga diarahkan untuk mendanai pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur, pemberdayaan ekonomi rakyat, pengentasan kemiskinan, serta pendanaan pendidikan, sosial, dan kesehatan.

Sumber

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.