Haluan Berita

Hanya Sesuai Fakta
Pemerintah Sebut Omnibus Law Cipta Kerja Dorong Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen

JAKARTA – Pemerintah nampaknya tidak memiliki alternatif lain untuk mendongkrak laju pertumbuhan ekonomi nasional di samping menerbitkan Omnibus Law Cipta Kerja. Problem ketenagakerjaan, iklim investasi dan tumpang tindih regulasi, diklaim hanya dapat diatasi oleh ‘undang-undang sapu jagad’ tersebut.

 

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menargetkan, Omnibus Law Cipta Kerja dapat menjadi jalan bagi perbaikan drastis struktur ekonomi nasional, sehingga mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi di kisaran 5,7 persen hingga 6 persen.

 

“Ketika laju pertumbuhan ekonomi meningkat, maka penciptaan lapangan kerja bisa terbuka luas. Kami menargetkan dari 2 juta per tahun, naik jadi 2,7 sampai dengan 3 juta lapangan kerja terbuka dalam setahun,” ujar Airlangga dalam jumpa pers virtual di Jakarta, Jumat (2/10/2020).

 

Di samping itu, pemerintah pun akan mendorong peningkatan kompetensi pencari kerja dan kesejahteraan pekerja yang berpengaruh pada peningkatan investasi sebesar 6,6-7,0 persen, untuk membangun usaha baru atau mengembangkan usaha existing yang akan menciptakan lapangan kerja baru.

 

“Pemerintah juga akan terus meningkatkan pemberdayaan UMKM dan Koperasi, yang mendukung peningkatan kontribusi UMKM terhadap PDB menjadi 65 persen, dan peningkatan kontribusi Koperasi terhadap PDB menjadi 5,5 persen,” tukas Airlangga.

Sumber

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.