Haluan Berita

Hanya Sesuai Fakta
Penemuan Obat Covid-19 Harus Diapresiasi, Pakar: Prestasi Anak Bangsa Banggakan Negara

JAKARTA – Penemuan kombinasi obat Covid-19 yang dilakukan Universitas Airlangga (Unair), Badan Intelejen Negara (BIN), dan TNI AD harus mendapat apresiasi, seperti disebut pakar hukum, Prof Indriyanto Senoadji.

Pasalnya, Indriyanto menilai penelitian inovatif dan progresif itu adalah buah prestasi anak bangsa yang banggakan negara.

Bahkan, klaim obat covid-19 tersebut juga merupakan hasil dari kombinasi sejumlah obat yang telah diuji dalam tiga tahap.

“Tim Unair, TNI AD, dan BIN mengeklaim 85 persen sampel yang diujicobakan dengan obat tersebut sembuh berdasarkan hasil tes PCR. Proses penyembuhan disebut berlangsung mulai dari satu sampai hari,” ungkap Indriyanto.

Sedangkan berkaitan soal administratif perizinan dari BPOM itu, Indriyanto menilai seharusnya dikomunikasikan dengan persuasi terintegrasi dan koordinasi berimbang (soft integrated and balances coordinated) secara baik dengan Unair, TNI AD, dan BIN.

Namun demikian, apresiasi khusus pun patut diberikan kepada Unair yang siap melakukan evaluasi uji klinis seperti yang diminta BPOM.

“Kekurangan persyaratan teknis administratif tentang alasan demografi, pola kesakitan/simptom, sampel uji klinis yg belum acak, sebaiknya dikomunikasikan dengan soft integrated and balances coordinated,” paparnya.

Dengan demikian, kredibilitas lembaga pemohon izin dan pemberi izin akan tetap terjaga dengan cara di atas tersebut.

“Sehingga ke depan tetap menjaga kredibiltas ke lembaga pemohon izin dan pemberi izin,” tandas Indriyanto.

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.