Haluan Berita

Hanya Sesuai Fakta
Polisi Temukan Unsur Pidana pada Acara Habib Rizieq, FPI Sebut Kriminalisasi Ulama

Haluanberita.id – Unsur pidana dalam kerumunan massa Habib Rizieq di Petamburan, Tanah Abang, jakarta Pusat, ditemukan oleh Penyidik Keamanan Negara (Kamneg) Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus, setelah gelar perkara pada Kamis (26/10) pagi penyidik menemukan adanya tindakan pidana dalam acara Maulid Nabi Muhammad dan akad nikah putri Habib Rizieq Shihab pada 13 November 2020.

Yusri menegaskan ditemukan adanya pelanggaran Pasal 93 Undang-Undang Nomor 06/2018 tentang Karantina Kesehatan.

Pernyataan polisi langsung ditanggapi oleh kuasa hukum FPI Azis Yanuar mengatakan, maka akan menimbulkan diskriminasi jika Habib Rizieq dijerat dalam pasal tersebut.

“Kalau itu terjadi maka akan ada diskriminasi hukum dan kriminalisasi ulama serta habaib,” ujar Azis Yanuar, Kamis (26/11/2020).

Azis mengatakan ketidak adilan makin terasa saat kerumunan Kampanye Pilkada di berbagai wilayah seperti Solo, Surabaya, Banyumas, Indramayu, Pekalongan, Banjarmasin dan Magelang.

“Bahkan kemarin di Minahasa begitu luar biasa tak ada sama sekali tindakan hukum apapun. Begitu juga acara penolakan HRS yang juga tidak jaga jarak berlangsung marak di Pekanbaru dan Surabaya serta NTT oleh para pribadi kebal hukum,” jelasnya.

Azis juga heran, Habib Rizieq yang telah membayar denda masih dicari kesalahannya. “Sementara acara yang dihadiri Habib Rizieq yang sudah dijalankan dengan mitigasi serius dan bahkan karena di luar perkiraan akhirnya sudah di sanksi malah dicari kesalahan dan dibuat pidananya,” katanya.

“Yang jelas nyata di NTT ancam bunuh sembari merusak baliho gambar beliau adem ayem karena kebal hukum. Ini bukan lagi Rechtstaat tapi obrigkeitstaat,” tandasnya.

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.