Haluan Berita

Hanya Sesuai Fakta
PPJNA 98: Ada Konspirasi Jahat Ingin Menggulingkan Jokowi

JAKARTA – Gejolak ekonomi Indonesia sejak munculnya pandemi Covid-19 tidak dapat diprediksi. Pasalnya, banyak negara yang sedang menghadapi persoalan ekonomi lantaran belum terselesaikannya penanganan Covid-19.

Hal itu diamini oleh Presiden ke-6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono saat peluncuran buku Monograf di Cikea, Bogor, kemarin (11/8/2020). Pria yang akrab disapa SBY ini lantas mengatakan, bahwa sulitnya kondisi ekonomi jangan menjadi alasan untuk menyalahkan pemerintah, apalagi Presiden Jokowi.

Ketua Perhimpunan Pergerakan Jaring Nasional Aktivis 98, Anto Kusumayuda, mendukung penuh sikap SBY tersebut dan membandingkannya dengan pihak-pihak yang sengaja ingin menjatuhkan Presiden Jokowi.

“Semestinya apa yang disampaikan SBY di atas bisa dipahami oleh mereka, jangan memaksakan diri terus menyalahkan Jokowi, apalagi mereka dengan berbagai cara dan upaya berbuat makar akan menggulingkan Jokowi,” tegas Anto dalam rilisnya pada 12 Agustus 2020.

Bahkan Anto menilai bahwa tindakan menyalahkan Presiden Jokowi adalah sebuah konspirasi jahat dengan melakukan tindakan menyerang, memfitnah, dan me-bully. Padahal dari awal Presiden Jokowi memimpin sudah dihadapkan pada berbagai permasalahan yang diwariskan dari masa lalu.

“Itulah mereka kekuatan oligarki Orde Baru yang tidak henti hentinya melakukan sebuah konspirasi memanfaatkan situasi kondisi masa pandemi Covid-19 dengan kondisi ekonomi yang melambat, masyarakat diprovokasi, diagitasi supaya marah terjadinya kekacauan nasional dengan tujuan berbuat makar menggulingkan pemerintahan Jokowi,” sambungnya.

Terlebih lagi, belakangan ini kondisi politik diramaikan dengan deklarasi KAMI (Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia) yang dianggap terus merongrong pemerintah dengan pernyataan-pernyataan yang provokatif. KAMI tak ayal lagi seperti kelompok barisan sakit hati.

“Mereka kalau konsisten dan serius akan membuat Indonesia maju dan serius menjalankan agenda reformasi kenapa tidak waktu berkuasa saat menjabat, malahan diam? Tapi ketika sudah tidak memegang kekuasaan malahan berkoar koar tampil sebagai pahlawan,” pungkas Anto.

Dalam kondisi seperti ini, Anto mengharapkan adanya sikap kenegarawanan yang ditunjukkan dengan saling mendukung dan bahu-membahu membantu pemerintah agar pandemi Covid-19 cepat tertangani.

“Semoga dengan momentum sakral peringatan kemerdekaan RI yang ke 75 menjadi spirit bersama dengan kekuatan bersama seluruh rakyat Indonesia untuk membawa negeri ini keluar dari pandemi Covid 19 menyelamatkan perekonomian nasional,” tutup Anto.

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.