Haluan Berita

Hanya Sesuai Fakta
Waspadai Gelombang Kedua Corona dengan Tingkatkan Kedisiplinan

JAKARTA – Kendati masyarakat harus beradaptasi dengan kenormalan baru, menjaga kedisplinan menerapkan protokol kesehatan ialah keniscayaan.

Masyarakat perlu melatih kebiasaan untuk menjalankan protokol kesehatan secara ketat dan disiplin agar selama beraktivitas dan berproduktivitas tetap terlindung dari bahaya covid-19.

Namun, di lain sisi, new normal juga membutuhkan aturan berikut penegakan aturan yang lebih jelas, lebih tegas.

Ia mengingatkan keputusan membuka aktivitas masyarakat dalam kenormalan baru jangan sampai malah menciptakan gelombang kedua wabah.

Marwan mendorong seluruh kalangan agar benar-benar patuh dan disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan di tengah masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi ini. Misalnya, aktivitas di peribadahan, ulai dari cek suhu tubuh, cuci tangan sebelum masuk masjid, mengenakan masker, membawa sendiri sajadah, hingga menerapkan physical distancing saf berjarak satu meter.

“Termasuk di pasar maupun tempat-tempat umum kita ingatkan masih tetap perlu kita jalani protap kesehatan itu dan  agar senantiasa terus saling menjaga diri. Hal ini demi satu tujuan yaitu mengantisipasi dan mencegah terjadinya yang dikenal sebagai gelombang kedua kemungkinan penyebaran virus Corona,” ujar mantan Ketua Fraksi PKB DPR ini.

Marwan berharap gelombang kedua periode penyebaran virus Corona di Indonesia tidak terjadi. Kehidupan new normal menuntut kemampuan adaptasi dan kepatuhan masyarakat terhadap kebiasaan-kebiasaan baru yang mengacu pada protokol kesehatan.

Menurutnya, hal ini penting karena dalam masa kenormalan baru, tidak boleh ada kelengahan dan kelalaian sedikit pun. Lengah berarti bencana karena kurva penyebaran Covid-19 secara nasional belum menunjukkan tren menurun.

“Sebutan gelombang kedua virus corona buat konteks Indonesia belum tentu tepat. Sebab, sebutan ini lebih merujuk pada negara yang pernah melakukan lockdown. Lalu membukanya karena dianggap sudah melewati kurva puncak Covid-19. Tapi ternyata angka positif maupun meninggal meningkat lagi tak lama setelah penguncian dibuka. Kondisi ini yang dikenal sebagai gelombang kedua serangan corona di negara itu. Dengan belajar, membandingkan kondisi sejumlah negara lain tersebut, kita bisa lebih bijak, lebih baik, cerdas mewaspadai kemungkinan gelombang kedua virus corona,” tandas mantan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi itu.

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.